Bahaya Kenakalan Remaja Dan Pencegahannya

Bahaya Kenakalan Remaja Dan Pencegahannya – Anak merupakan penerus masa depan bangsa. Untuk mempersiapkan generasi yang gemilang tentu membutuhkan pastisipasi dari semua pihak baik dari pemerintah, keluargan, hingga sekolah. Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan banyaknya perilaku remaja yang tak sesuai dengan harapan. Banyak remaja yang seharusnya menuntut ilmu justru lari ke jalanan dan melakukan tawuran. Belum lagi yang suka membolos sekolah.
Usia remaja merupakan usia dimana seseorang memiliki emosi yang belum stabil dan ada kecenderungan untuk mengekspresikan diri. Namun, jika kondisi seperti ini tidak diarahkan dengan baik tentu hal negatiflah yang akan muncul. Menurut para ahli kenakalan remaja ini merupakan suatu tindakan melanggar aturan yang dilakukan oleh seseorang baik secara pribadi maupun dilakukan berkelompok. Perilaku menyimpang ini jelas sangatlah merugikan baik untuk pribadi remaja tersebut, keluarga, hingga sekolah.

Kehidupan remaja saat ini memang dalam taraf yang sangat memprihatikan. Tak pelak banyak sekali kejahatan yang ditimbulkan akibat dari kenakalan remaja yang tak terkendali. Berikut ini bentuk-bentuk dari kenakalan remaja yang sering terjadi.

  1. Penyalahgunaan obat terlarang
    Bentuk kenakalan remaja yang pertama dan sering terjadi adalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Narkotika ini memberikan efek negatif salah satunya mampu membuat seseorang menjadi berhalusinasi. Dalam kondisi berhalusinasi inilah seseorang bisa melakukan apa saja tanpa ia sadari dan bisa saja merugikan banyak orang. Penyalahgunaan obat terlarang dalam jangka panjang bsia mengakibatkan adiksi atau ketergantungan. Adiksi ini merupakan keracunan obat yang bersifat kronis yang menyebabkan penggunanya kehilangan kontrol terhadap dirinya.
  2. Perkelahian remaja
    Bentuk kenakalan remaja selanjutnya dan sering terjadi hingga saat ini adalah perkelahian remaja. Perkelahian remaja ini memang menjadi masalah sosial karena merugikan banyak pihak. Belum lagi dengan adanya perkelahian remaja ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa mental dan karakter seseorang lemah atau rusak. Dan ini tidak baik untuk kondisi generasi masa depan negara.
  3. Maraknya kejahatan seksual di luar pernikahan dan Perjudian
    Di beberapa media sosial terdengar kabar yang menyatakan bahwa banyak sekali pernikahan yang dilakukan oleh sepasang remaja. Ini merupakan imbas dari maraknya kejahatan seksual yang terjadi sebelum pernikahan. Remaja yang seharusnya menuntut ilmu dengan benar harus mengubur dalam-dalam mimpinya tatkala harus menikah di usia dini. Selain merugikan diri sendiri, secara agama pun tindakan seperti ini juga tidak dibenarkan. Pada dasarnya kenakalan remaja dalam taraf yang rendah bisa saja terjadi seperti kebiasaan berbohong, membolos, berkelahi antar sesama, hingga suka membaca buku porno. Pun juga semakin diperparah dengan adanya teknologi yang tak terkendali. Kebiasaan buruk seperti ini dalam jangka waktu lama bisa merusak masa depan anak. Anak pun bisa menjadi sulit terkontrol dan seenaknya sendiri. Selain itu, dengan teknologi yang berkembang pesat, banyak anak yang diam-diam mengakses dan bermain permainan judi online di agen judi online tanpa sepengetahuan orang tuanya atau orang lain sehingga membuat mereka semakin sesuka hati dan semakin rusak.

Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja ini. Hanya saja membutuhkan kerjasama dan peran baik dari orangtua, guru, sekolah, lingkungan tempat tinggal. Usia anak yang menuju remaja sangat membutuhkan banyak sekali bimbingan dari orangtua dan sekolah. Tak heran jika penanaman nilai-nilai agama menjadi faktor yang penting dan utama. Ditambah lagi dengan penananman nilai-nilai karakter di sekolah bukan tak mungkin akan meminimalisir agar remaja tak melakukan hal-hal yang dilarang. Selain itu, anak dalam proses menuju remaja membutuhkan seorang figur yang bisa menjadi panutan. Dengan diberikannya bimbingan serta dicontohkan untuk melakukan hal baik tentu saja anak tidak akan masuk ke dalam jurang kenakalan remaja seperti yang sekarang ini banyak terjadi.

Mengulas Perbedaan Antara Permasalahan Dan Konflik Sosial Dalam Masyarakat
Artikel Informasi Masyarakat Sosial

Mengulas Perbedaan Antara Permasalahan Dan Konflik Sosial Dalam Masyarakat

Mengulas Perbedaan Antara Permasalahan Dan Konflik Sosial Dalam Masyarakat – Permasalahan sosial bisa menjadi sebuah fenomena jika terjadi kesenjangan atau ketidaksesuaian unsur-unsur kebudayaan sehingga bisa membahayakan dan mengancam kehidupan suatu kelompok tertentu. Permasalahan sosial yang ada di Indonesia cukup banyak macamnya seperti misalnya pengangguran, kemiskinan, kenakalan remaja dan masih banyak lagi. Dari berbagai permasalahan sosial yang muncul pada umumnya akan mengakibatkan dampak yang kurang baik dalam tatanan kehidupan masyarakat seperti misalnya perilaku menyimpang, perpecahan kelompok dan berbagai bentuk kasus kriminalitas. Oleh sebab itu, penting untuk kita pelajari lebih lanjut mengenai masalah sosial yang kerap muncul di sekitar kita ini. Terlebih bagi Anda, yang saat sekolah dulu belum pernah mendapatkan sedikit ilmu sosiologi di dalamnya.

Masalah sosial di Indonesia merupakan salah satu pokok bahasan mata pelajaran sosiologi di tingkat SMA. Dalam hal ini, masalah sosial memiliki beberapa definisi atau pengertian yang berbeda-beda menurut para ahli atau sosiolog. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu sosiolog Soerjono Soekanto. Beliau mendefinisikan permasalahan sosial sebagai kesenjagan unsur kebudayaan yang dapat mengancam atau membahayakan kehidupan sosial. Selanjutnya, pengertian masalah sosial yang dikemukakan oleh Soetomo ialah sebagai suatu fenomena atau kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagain besar masyarakat. Dengan demikian, Martin S. Weinberg yang merupakan pemilik perusahaan agen slot menambahkan bahwa dari kumpulan masyarakat yang tidak menginginkan suatu kondisi tersebut telah sepakat untuk melakukan suatu tindakan agar dapat mengubahnya.

Permasalahan sosial dapat terjadi karena adanya interaksi antar masyarakat, baik itu antar individu, individu dengan kelompok atau antar kelompok dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Lantas apa bedanya dengan sebuah konflik sosial? Permasalahan sosial dan konflik sekilas memang terlihat sama, akan tetapi pada dasarnya kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Hal ini dikarenakan bebebrapa unsur konflik tidak terdapat dalam masalah sosial, mengingat konflik ialah bentuk interkasi yang di dalamnya disertai pertentangan, keadaan saling mengancam, melukai, menghancurkan dan adanya niatan untuk melenyapkan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya. Dalam hal ini, Robbins menambahkan bahwa dalam konflik sosial terdapat salah satu pihak yang merasa terancam atau dirugikan sehingga muncul dendam terhadap pihak yang lain, oleh sebab itu tidak heran jika di dalam konflik terdapat upaya untuk menghancurkan ataupun melenyapkan.

Setelah kita mengetahui dan paham mengenai perbedaan masalah sosial dan konflik, alangkah baiknya kita mengetahui mengenai penyebab terjadinya kedua hal tersebut. Adapun di bawah ini ialah beberapa faktor penyebab terjadinya masalah sosial:

Faktor ekonomi seperti misalnya kemiskinan dan pengangguran.
Faktor kebudayaan menyimpang seperti kenakalan remaja, seks bebas dan konumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.
Masalah kesehatan seperti misalnya adanya penyakit menukar dan masalah kekurangan gizi.
Masalah psikologis berupa terganggunya kontrol terhadap emosi.
Itulah ke-4 faktor penyebab terjadinya masalah sosial yang kerap kita jumpai di dam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, mengenai faktor penyebab munculnya konflik sosial ialah:
Adanya perbedaan kepentingan, baik itu antar individu, individu dengan kelompok atau antar kelompok.
Adanya perbedaan adat dan kebudayaan yang kerap memicu munculnya sikap kedaerahan.
Munculnya rasa dendam atau demi di tengah-tengah masyarakat.
Munculnya rasa etnosentrisme yang sangat dominan karena masyarakat menilai kebudayaan lain menggunakan tolok ukur kebudayaannya sendiri.
Adanya rasa primordialisme sehingga suatu kelompok menganggap kepentingannya lebih utama dibandingkan kepentingan kelompok lain.

Berdasarkan beberapa poin di atas, kita dapat mengetahui mengenai perbedaan masalah dan konflik sosial yang pada umumnya kerap dianggap sama oleh sebagian madyarakat.

Fakta Menarik Seputar Kemacetan Di Daerah Perkotaan
Artikel Informasi Masyarakat Sosial

Fakta Menarik Seputar Kemacetan Di Daerah Perkotaan

Fakta Menarik Seputar Kemacetan Di Daerah Perkotaan- Di daerah perkotaan seperti Ibukota Jakarta kemacetan menjadi permasalahan yang kompleks. Apalagi memang jumlah kendaraan pribadi di perkotaan terbilang cukup tinggi. Ditambah lagi urbanisasi di daerah perkotaan cukup tinggi sehinggau mau tidak mau akses jalan menjadi yang utama untuk menunjang aktivitas pekerjaan.

Kemacetan ini memang menjadi permasalahan sosial yang hingga kini justru makin parah. Tak pelak banyak orang yang mengeluhkannya lantaran untuk menuju ke tempat tujuan membutuhkan waktu yang lebih lama. Belum lagi, biaya yang harus dikeluarkan juga tentu saja bertambah. Dalam kondisi tertentu kemacetan semakin semrawut dan tak terkendali. Alhasil banyak orang yang rela menerobos jalan, melakukan pelanggaran lalu lintas demi bisa keluar dari kemacetan. Faktor penyebab kemacetan lalu lintas sangatlah banyak. Secara umum, faktor penyebab kemacetan lalu lintas ada 3 yakni jalan raya yang kurang memadai, jumlah kendaraan yang tak terkontrol, dan manusia pemakai jalan itu sendiri.

Faktor jalan raya yang kurang memadai menjadi faktor penentu kemacetan semakin parah. Bayangkan apabila jalan raya dalam kondisi berlubang, rusak, bahkan di beberapa titik tidak bisa dilalui tentu otomatis akan membuat laju kendaraan menjadi lebih lambat. Dan apabila jumlah kendaraan sangat banyak tentu kemacetanlah yang terjadi. Sementara itu, luasnya jalan raya juga menjadi faktor yang bisa saja menjadi penyebab kemacetan lalu lintas. Misalkan saja apabila jalan raya dalam kondisi sempit dan hanya bisa dilalui oleh dua kendaraan sementara di pinggir jalan ternyata berderet pedagang kaki lima yang menjajalan dagangannya secara sembarang. Tentu hal ini akan memperparah lalu lintas yang ada.

Faktor kedua berdasarkan pada jumlah kendaraan yang tak terkontrol. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di perkotaan tentu konsumsi kendaraan pribadi juga meningkat. Apalagi transportasi umum yang digadang-gadang bakal mengurangi kemacetan karena tidak sesuai dengan yang diharapkan justru akan menambah kemacetan yang ada. Faktor ketiga yang menjadi penyebab kemacetan lalu lintas adalah dari manusia itu sendiri. Banyak masyarakat yang seenaknya menyeberang jalan menggunakan kendaraan pribadi tanpa mengindahkan peraturan yang ada. Budaya masyarakat yang acuh terhadap peraturan dan tak bisa menghormati pengguna jalan lain bukan tak mungkin akan memperparah kemacetan yang ada.

Dampak negatif yang timbul jika kemacetan semakin parah
Dampak negatif yang ditimbulkan akibat parahnya kemacetan itu sangatlah banyak diantaranya adalah sebagai berikut:

Fakta Menarik Seputar Kemacetan

Kerugian secara finansial atau ekonomi
Dampak negatif pertama yang timbul tentu saja memberi kerugian secara finansial atau ekonomi. Kerugian ini terkait dengan borosnya bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan. Analoginya apabila penggunaan kendaraan dalam jangka waktu yang lama tentu membutuhkan BBM yang banyak dan ini otomatis akan membuat Anda lebih boros dalam pengeluaran.
Penurunan kualitas udara
Dampak negatif selanjutnya adalah apabila kemacetan kian hari kian parah tentu akan berpengaruh pada kualitas udara di daerah tersebut. Dalam jangka panjang, kualitas udara yang buruk selain tidak baik untuk kesehatan juga membuat efek global warming kian parah.
Berpengaruh pada psikologis pengendara
Tidak banyak orang tahu apabila kemacetan juga berpengaruh pada psikologis pengendara. Ini bisa terjadi lantaran kemacetan membuat banyak orang akan stres dan menurunnya produktifitas yang berakibat pada gangguan psikologis secara tidak langsung.

Nah itulah beberapa ulasan mengenai kemacetan yang ternyata memiliki dampak negatif yang sangat luar biasa. Dan apabila permasalahan sosial ini tidak segera ditangani maka bukan tak mungkin semakin banyak orang yang terkena dampaknya.

Rendahnya Kesadaran Masyakat Akan Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan
Artikel Informasi Masyarakat Sosial

Rendahnya Kesadaran Masyakat Akan Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan

Rendahnya Kesadaran Masyakat Akan Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan – Sampah menjadi permasalahan sosial yang hingga kini belum mendapat solusi yang tepat. Sampah menjadi permasalahan yang pelik terutama di daerah perkotaan. Tak heran jika di daerah perkotaan sangat rawan akan bencana banjir dan munculnya pemukiman kumuh. Di musim penghujan seperti ini santer terdengar bencana banjir yang terjadi dimana-dimana. Tidak hanya kerugian secara material namun, nyawa pun juga ikut menjadi taruhannya.

Sampah secara umum merupakan sebuah material sisa rumah tangga atau industri yang dibuang. Sampah ini bisa berbentuk padat, cair, atau gas tergantung pada material apa yang digunakan sebelumnya. Karena merupakan material sisa tak heran jika banyak orang enggan untuk memanfaatkannya kembali. Padahal kini banyak sekali orang yang telah berinovasi untuk memanfaatkan kembali sampah menjadi barang yang bernilai tinggi. Meski begitu, nyatanya masih banyak orang yang acuh terhadap sampah bahkan yang lebih parahnya lagi banyak orang yang membuang sampah secara sembarangan. Kebiasaan seperti ini sudah seharusnya dihindari apalagi sampah bisa menjadi pemicu munculnya bencana banjir yang merugikan banyak pihak.

Jenis-jenis sampah yang wajib Anda ketahui
Sebelum Anda memanfaatkan kembali sampah yang ada tentu harus memperhatikan sampah jenis apa yang bisa dimanfaatkan kembali. Berikut ini jenis-jenis sampah berdasarkan pada bentuk dan sifatnya.

– Sampah berdasarkan bentuknya
Setidaknya ada tiga jenis sampah berdasarkan bentuknya yakni padat, cair, dan gas.
a. Sampah padat
Seperti namanya, sampah ini berbentuk padat dan biasanya sulit terurai. Contoh sampah padat adalah plastik, kaleng, pecahan kaca, dan masih banyak lainya.
b. Sampah cair
Sampah ini tentu berasal dari bahan cairan yang sudah tidak terpakai atau sisa dari bahan yang sudah digunakan. Contoh sampah cair adalah cairan sisa pembersih toilet, cairan sisa cucian, dan masih banyak lainya.
c. Sampah gas
Sampah ini merupakan material sisa berupa gas dari bahan yang sebelumnya digunakan. Sampah seperti ini sangat mencemari lingkungan apalagi udara. Dan tentunya tidak baik untuk kesehatan. Contoh dari sampah gas adalah asap kendaraan bermotor dan gas sisa pembakaran dari pabrik.

– Sampah berdasarkan sifatnya
Selain berdasarkan bentuknya, sampah juga bisa dibedakan berdasarkan sifatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Sampah organik
Sampah organik merupakan jenis sampah yang bisa membusuk atau terurai dengan cepat. Contohnya adalah sisa makanan, sayuran busuk, buah-buahan sisa, dan lain-lain.
b. Sampah anorganik
Sampah ini berkebalikan dengan sampah organik. Sampah anorganik sangat sulit terurai dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terurai dengan sempurna. Contoh sampah anorganik adalah plastik, botol, kaleng, dan lain sebagainya.

Selain membuat lingkungan menjadi kotor, kesehatan pun juga menjadi taruhannya. Pasalnya banyaknya sampah akan menjadi sarang penyakit untuk kemudian menyerang manusia. Permasalahan sampah memang belum menemukan titik temunya apalagi kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih rendah. Banyak masyarakat pula yang membuang sampah di sungai, padahal sudah tersedia tong sampah yang disediakan berdasarkan jenis sampahnya. Memang untuk membuat masyarakat sadar sangatlah sulit namun, bukan tak mungkin suatu hari nanti mereka sadar dengan sendirinya. Hanya saja permasalahan sampah ini memerlukan keterlibatan semua pihak, baik dari pemerintah, masyarakat, dan pihak agen sbobet yang terkait. Diharapkan dengan adanya keterlibatan semua pihak ini sampah setidaknya bisa ditekan jumlahnya agar tidak mencemari lingkungan yang berefek buruk pada kondisi masyarakat itu sendiri.

Gizi Buruk Dan Dampak Yang Ditimbulkannya
Artikel Informasi Masyarakat Sosial

Gizi Buruk Dan Dampak Yang Ditimbulkannya

Gizi Buruk Dan Dampak Yang Ditimbulkannya – Permasalahan sosial yang tidak hanya terjadi di Indonesia namun berbagai negara di dunia ini adalah terkait dengan kesehatan. Memang dari segi peralatan medis kini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun, hingga kini masih saja terdengar bahwa kasus gizi buruk menjadi permasalahan yang cukup pelik dan belum bisa dituntaskan. Secara umum, gizi buruk merupakan kondisi dimana tubuh seseorang mengalami ketidaksempurnaan. Dalam artian orang yang terkena gizi buruk biasanya memiliki tanda-tanda seperti perut buncit, otot mengecil, mata sayu, rambut tipis kemerahan, dan wajah membulat serta sembab.

Gizi buruk biasanya menyerang usia anak-anak. Penyebab gizi buruk ini sangatlah banyak mulai dari keterbatasan makanan yang bergizi hingga kondisi lingkungan yang tidak sehat. Dalam jangka panjang gizi buruk ini bisa berpengaruh pada kesehatan seseorang. Lantas apa dampak negatif yang timbul jika gizi buruk ini semakin parah? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Munculnya stunting
Stunting menjadi permasalahan sosial terkait dengan kesehatan yang kini mulai dialami banyak anak-anak. Stunting merupakan kondisi akibat dari gizi buruk dalam jangka waktu yang lama. Pada dasarnya gizi buruk bisa berakibat pada menurunnya kemampuan pertumbuhan anak. Dalam artian pertumbuhan anak bisa terhambat yang bisa berefek pada tumbuhnya anak yang tidak sempurna. Bisa saja anak tumbuh tidak seperti anak usia sebayanya. Selain menghambat pertumbuhan tubuh anak, gizi buruk ini juga berdampak pada menurunnya kemampuan otak anak padahal usia anak adalah usia dimana kondisi tubuh dan otak mengalami perkembangan yang pesat.

2. Munculnya marasmus
Dampak negatif selanjutnya yang muncul akibat gizi buruk adalah marasmus. Marasmus ini ditandai dengan menurunnya berat badan serta kulit menjadi lebih gelap dan rambut menjadi lebih rontok. Marasmus ini sebenarnya memang merupakan kondisi dimana tubuh seseorang kekurangan hampir semua nutrisi dan kalori.

3. IQ menjadi lebih rendah
Gizi buruk memang sangat menakutkan akibat yang ditimbulkannya. Diantaranya adalah kemampuan otak atau IQ menjadi lebih rendah. Bukan tak mungkin jika tidak segera diatasi maka anak pun menjadi disabilitas dan berakibat buruk pada masa depannya.

4. Munculnya infeksi
Gizi buruk dalam kondisi yang parah juga bisa memunculkan gangguan kesehatan lainnya seperti munculnya infeksi. Ketika tubuh kekurangan nutrisi yang cukup, maka sistem kekebalan tubuh menjadi lebih menurun dan tak mungkin mampu menangkal berbagai penyakit yang datang. walhasil berbagai penyakit tak terkecuali infeksi bisa saja menyerang kapanpun.

Pencegahan gizi buruk
Meski kini gizi buruk masih saja belum bisa dituntaskan namun, dengan pencegahan yang tepat bukan tak mungkin gizi buruk bisa diatasi. Beberapa cara yang bisa diaplikasikan untuk mencegah terjadinya gizi buruk diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Pemberian ASI secara ekslusif
ASI memiliki peran yang cukup penting untuk kesehatan bayi. Tak pelak banyak dokter yang menyarankan pemberian ASI secara ekslusif hingga 6 bulan lamanya. Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan yang rendah dan secara perlahan akan meningkat dengan pemberian ASI yang cukup. Maka bagi seorang ibu wajib untuk memberikan ASI secara ekslusif.

2. Memasak makanan sendiri
Memastikan makanan yang dikonsumsi sehat salah satu caranya adalah dengan mengolahnya sendiri. Apalagi di luaran sana banyak sekali makanan junk food yang tak sehat. Maka dari itu, untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi sehat dan bergizi ada baiknya Anda memasak makanan sendiri.

Dengan sesegera mungkin melakukan pencegahan terhadap gizi buruk, maka secara tidak langsung kita menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Semoga bermanfaat.

Potret Kemiskinan Di Indonesia
Uncategorized

Potret Kemiskinan Di Indonesia

Potret Kemiskinan Di Indonesia – Tak dapat dipungkiri jika angka kemiskinan di Indonesia terbilang masih tinggi. Dan ini semakin parah dengan rendahnya tingkat pendidikan yang ditempuh oleh warga negara Indonesia. Pada dasarnya kemiskinan adalah suatu kondisi seseorang yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti makan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya. Apabila kebutuhan pokok masih belum tercukupi maka otomatis kebutuhan sekunder pun juga jauh dari kata cukup.

Kemiskinan ini hampir merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia terlebih bagi masyarakat yang tinggal di pulau terpencil yang jauh dengan akses yang minim. Keadaan seperti inilah tak pelak membuat negara Indonesia belum dapat dikatakan maju meski secara ekonomi prosentasenya terus meningkat tiap tahun. Menurut para ahli, salah satunya adalah Suparlan mengatakan bahwa kemiskinan merupakan standar tingkat hidu[ yang rendah dimana disebabkan oleh kekurangan materi jika dibandingkan dengan standar kehidupan masyarkat lainnya. Dapat dikatakan memang kemiskinan ini adalah kondisi seseorang yang serba kekurangan materi. Sangat miris mengingat angka kemiskinan yang masih tinggi dan belum didapat solusi yang tepat untuk menanggulanginya. Lantas apa sebenarnya penyebab dari kemiskinan?

Faktor penyebab kemiskinan masih tinggi
Mengentaskan seseorang dari jerat kemiskinan memang bukanlah perkara yang gampang. Pun juga kemiskinan juga banyak sekali jenisnya. Meski begitu, untuk mencari solusi tentu harus merujuk pada faktor penyebab kemiskinan itu sendiri. Diantara faktor penyebab kemiskinan secara umum adalah sebagai berikut:

1. Besarnya laju pertumbuhan penduduk
Indonesia sedari dulu telah dikenal sebagai negarab dengan jumlah penduduk yang banyak. Bahkan terbanyak ke-4 di dunia. Apabila pertumbuhan penduduk semakin tinggi tanpa dibarengi dengan tingginya pertumbuhan ekonomi tentu ini akan menimbulkan ketimpangan. Dalam artian jika laju pertumbuhan terus besar dan tidak terkontrol sementara kondisi ekonomi juga tak meningkat bukan tak mungkin angka kemiskinan terus meningkat.

2. Ekonomi yang lemah
Kondisi ekonomi yang stabil tentu akan berdampak pada menurunnya angka kemiskinan. Sebaliknya jika kondisi ekonomi sebuah negara kacau tentu membuat angka kemiskinan semakin meroket.

3. Pendidikan rendah
Faktor kedua yang membuat angka kemiskinan semakin meningkat adalah tingkat pendidikan yang rendah. Orang yang tak berpendidikan tentu tidak memiliki skill atau wawasan yang mampu membuatnya bisa bersaing di dunia kerja. Jelas ini akan membuat banyak orang menganggur.

4. Tingginya angka pengangguran
Seperti yang telah disinggung, bahwa pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan memiliki hubungan yang sangat erat. Apabila seseorang tidak memiliki pendidikan yang cukup tentu membuatnya sulit mendapat pekerjaan dan akhirnya menjadi menganggur dan inilah yang membuatnya sulit untuk keluar dari jerat kemiskinan. Belum lagi, kebanyakan orang menganggur gelap mata hingga akhirnya melakukan tindakan kriminal yang membahayakan nyawa orang lain.

5. Lapangan pekerjaan yang terbatas
Seseorang tak akan mampu memenuhi kebutuhan hidupnya tatkala ia tak memiliki pekerjaan. Kini, mencari pekerjaan sangatlah sulit apalagi jumlah pencari kerja tak sebanding dengan jumlah lowongan yang dibuka dan belum lagi persaingan dalam dunia perjudian online yang semakin ketat semakin memperparah keadaan. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada solusi yang harus segera diterapkan sebelum merembet ke berbagai permasalahan sosial lainnya. Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk bisa memaksimalkan seluruh kebijakan yang diambil. Tanpa adanya kontribusi semua pihak tentu kebijakan akan tetap menjadi kebijakan yang tak ada nilainya. Kimiskinan menjadi permasalahan sosial yang cukup serius dan harus menjadi prioritas terlebih ini berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Efek Buruk Bullying Dan Kultur Yang Membuatnya Semakin Lestari
Artikel Informasi Masyarakat Sosial

Efek Buruk Bullying Dan Kultur Yang Membuatnya Semakin Lestari

Efek Buruk Bullying Dan Kultur Yang Membuatnya Semakin Lestari – Hidup bersosial tak selalu menimbulkan dampak yang positif. Adakalanya juga menimbulkan dampak negatif yang seringkali membuat orang menjadi antisosial. Diantara efek bersosial yang justru negatif adalah adanya bullying. Salah satu faktor yang membuat hal seperti ini terjadi adalah ketidakserasian antar individu terkait dengan perbedaan latar belakang pendidikan, fisik, status sosial, dan masih banyak lainnya. Belum lagi ditambah dengan adanya kultur yang justru menyemai tumbuhnya kebiasaan bullying.

Bullying bukan sekedar masalah sepele yang tak perlu solusi. Bullying dalam tahap ekstrim bisa berakibat buruk terhadap psikologis korban. Menurut Levianti, bullying adalah suatu sikap yang bertujuan untuk menyakiti orang lain yang lemah dalam hal fisik, verbal, ataupun perasaan dengan cara menekan, mengintimidasi dengan menjadikan kekurangan korban sebagai senjatanya. Memang, kebiasaan bulllying baik di tataran sosial masyarakat secara umum maupun setingkat sekolah sangatlah memprihatinkan. Tak sedikit korban yang putus sekolah akibat tidak tahan akan bullying yang dilakukan teman sekolahnya. Dan yang lebih parahnya banyak juga kasus bullying yang berujung pada tindak kekerasan fisik.
Bentuk-bentuk bullying yang wajib Anda ketahui
Setidaknya masalah sosial seperti bullying ini memiliki dua bentuk umum yang sering terjadi. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bentuk pengintimidasian secara fisik Kasus pengintimidasian yang paling umum terjadi adalah dengan menyerang fisik. Dalam artian fisiklah yang menjadi sasaran utama dari pelaku. Sehingga hal seperti berbuah adanya luka fisik seperti kaki patah, cedera pada tangan, dan bentuk siksaan lainnya. Contoh bentuk pengintimidasian secara fisik ini bisa berupa memukul, menampar, menendang, dan masih banyak lainnya. Semua tindakan ini sangat tidak dibenarkan dan dengan alasan apapun. Tindakan fisik sangatlah tidak disarankan meski korban yang menjadi pihak pemicu konflik sekalipun.
  2. Bentuk pengintimidasian secara psikologis Berbeda halnya dengan bentuk pengintimidasian yang menyerang fisik, justru bentuk kedua ini lebih mengarah kepada psikologis korban. Dan penyerangan terhadap psikologis ini sangatlah berbahaya bahkan efeknya dua kali lipat lebih berbahaya dari penyerangan fisik. Bentuk pengintimidasian secara psikologis ini bisa berupa cacian, hinaan yang berakibat pada rasa trauma yang dialami korban. Dalam jangka waktu panjang, pengintimidasian seperti ini justru akan merusakn psikologis korban. Yang harus dilakukan ketika mendapat bullying Tak dapat dipungkiri jika kasus bullying ini bisa dialami siapapun tanpa pandang usia dan status sosial. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan takala mendapat perlakuan negatif seperti ini diantaranya:
  3. Berani melawan Umumnya korban bullying lemah dalam hal fisik maupun mental sehingga membuat pelaku semakin menjadi-jadi. Walhasil korbanlah yang justru semakin tertekan. Dalam kondisi seperti ini Anda sebagai korban wajib untuk berani melawan. Baik dengan menyerang balik, atau sedikit memberi tekanan pada pelaku bahwa korban bukanlah orang yang patut untuk mendapatkan tindakan bullying.
  4. Tanamkan rasa percaya diri Seiring dengan munculnya keberanian melawan, secara tidak langsung juga membuat seseorang menjadi lebih percaya diri. Dengan Anda menanamkan rasa percaya diri Anda pun tidak akan mudah untuk disepelekan oleh orang lain.
  5. Tanamkan rasa menghormati kepada orang lain Sampai kapanpun kasus bullying akan terus terjadi tatkala tidak ada lagi rasa menghormati yang tertanam di dalam diri seseorang. Semua pihak wajib untuk menanamkan bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang wajib untuk dihormati.

Itulah sekilas mengenai permasalahan sosial terkait dengan kasus bullying yang hingga kini terus saja terjadi. Menjadi sebuah ironi tatkala kasus seperti ini masih saja tumbuh subur di negara yang menjunjung keberbedaan.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!