Mengulas Perbedaan Antara Permasalahan Dan Konflik Sosial Dalam Masyarakat

Mengulas Perbedaan Antara Permasalahan Dan Konflik Sosial Dalam Masyarakat – Permasalahan sosial bisa menjadi sebuah fenomena jika terjadi kesenjangan atau ketidaksesuaian unsur-unsur kebudayaan sehingga bisa membahayakan dan mengancam kehidupan suatu kelompok tertentu. Permasalahan sosial yang ada di Indonesia cukup banyak macamnya seperti misalnya pengangguran, kemiskinan, kenakalan remaja dan masih banyak lagi. Dari berbagai permasalahan sosial yang muncul pada umumnya akan mengakibatkan dampak yang kurang baik dalam tatanan kehidupan masyarakat seperti misalnya perilaku menyimpang, perpecahan kelompok dan berbagai bentuk kasus kriminalitas. Oleh sebab itu, penting untuk kita pelajari lebih lanjut mengenai masalah sosial yang kerap muncul di sekitar kita ini. Terlebih bagi Anda, yang saat sekolah dulu belum pernah mendapatkan sedikit ilmu sosiologi di dalamnya.

Masalah sosial di Indonesia merupakan salah satu pokok bahasan mata pelajaran sosiologi di tingkat SMA. Dalam hal ini, masalah sosial memiliki beberapa definisi atau pengertian yang berbeda-beda menurut para ahli atau sosiolog. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu sosiolog Soerjono Soekanto. Beliau mendefinisikan permasalahan sosial sebagai kesenjagan unsur kebudayaan yang dapat mengancam atau membahayakan kehidupan sosial. Selanjutnya, pengertian masalah sosial yang dikemukakan oleh Soetomo ialah sebagai suatu fenomena atau kondisi yang tidak diinginkan oleh sebagain besar masyarakat. Dengan demikian, Martin S. Weinberg yang merupakan pemilik perusahaan agen slot menambahkan bahwa dari kumpulan masyarakat yang tidak menginginkan suatu kondisi tersebut telah sepakat untuk melakukan suatu tindakan agar dapat mengubahnya.

Permasalahan sosial dapat terjadi karena adanya interaksi antar masyarakat, baik itu antar individu, individu dengan kelompok atau antar kelompok dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Lantas apa bedanya dengan sebuah konflik sosial? Permasalahan sosial dan konflik sekilas memang terlihat sama, akan tetapi pada dasarnya kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Hal ini dikarenakan bebebrapa unsur konflik tidak terdapat dalam masalah sosial, mengingat konflik ialah bentuk interkasi yang di dalamnya disertai pertentangan, keadaan saling mengancam, melukai, menghancurkan dan adanya niatan untuk melenyapkan kelompok-kelompok yang ada di dalamnya. Dalam hal ini, Robbins menambahkan bahwa dalam konflik sosial terdapat salah satu pihak yang merasa terancam atau dirugikan sehingga muncul dendam terhadap pihak yang lain, oleh sebab itu tidak heran jika di dalam konflik terdapat upaya untuk menghancurkan ataupun melenyapkan.

Setelah kita mengetahui dan paham mengenai perbedaan masalah sosial dan konflik, alangkah baiknya kita mengetahui mengenai penyebab terjadinya kedua hal tersebut. Adapun di bawah ini ialah beberapa faktor penyebab terjadinya masalah sosial:

Faktor ekonomi seperti misalnya kemiskinan dan pengangguran.
Faktor kebudayaan menyimpang seperti kenakalan remaja, seks bebas dan konumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.
Masalah kesehatan seperti misalnya adanya penyakit menukar dan masalah kekurangan gizi.
Masalah psikologis berupa terganggunya kontrol terhadap emosi.
Itulah ke-4 faktor penyebab terjadinya masalah sosial yang kerap kita jumpai di dam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, mengenai faktor penyebab munculnya konflik sosial ialah:
Adanya perbedaan kepentingan, baik itu antar individu, individu dengan kelompok atau antar kelompok.
Adanya perbedaan adat dan kebudayaan yang kerap memicu munculnya sikap kedaerahan.
Munculnya rasa dendam atau demi di tengah-tengah masyarakat.
Munculnya rasa etnosentrisme yang sangat dominan karena masyarakat menilai kebudayaan lain menggunakan tolok ukur kebudayaannya sendiri.
Adanya rasa primordialisme sehingga suatu kelompok menganggap kepentingannya lebih utama dibandingkan kepentingan kelompok lain.

Berdasarkan beberapa poin di atas, kita dapat mengetahui mengenai perbedaan masalah dan konflik sosial yang pada umumnya kerap dianggap sama oleh sebagian madyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!